Gangguan fungsi ginjal pada anak dapat muncul secara tiba-tiba dan membutuhkan perhatian karena ginjal berperan penting dalam menyaring zat sisa dari darah serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Gejala gagal ginjal akut pada anak dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari kekurangan cairan akibat muntah dan diare hingga infeksi berat atau gangguan yang secara langsung memengaruhi ginjal. Kondisi ini berbeda dari penyakit ginjal kronis karena penurunan fungsi ginjal terjadi dalam waktu relatif singkat.
Ketika Tubuh Kehilangan Banyak Cairan
Salah satu penyebab yang sering ditemukan pada anak adalah dehidrasi. Anak dapat kehilangan banyak cairan ketika mengalami diare atau muntah berulang, terutama jika asupan minum tidak mampu menggantikan cairan yang hilang. Kekurangan cairan dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal sehingga kemampuan ginjal untuk menyaring darah ikut terganggu.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena anak lebih mudah mengalami kekurangan cairan ketika sedang sakit. Beberapa keadaan yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
- Diare yang berlangsung berulang dan menyebabkan banyak cairan keluar dari tubuh.
- Muntah berkali-kali sehingga anak sulit mempertahankan asupan cairan.
- Demam yang disertai kurang minum.
- Anak tidak mampu minum dengan cukup karena merasa lemas atau tidak nyaman.
- Kehilangan cairan dalam jumlah besar akibat kondisi kesehatan tertentu.
Ketika anak mengalami muntah atau diare, Kamu sebaiknya memperhatikan jumlah cairan yang masuk dan perubahan frekuensi buang air kecil. Jika anak semakin lemas atau buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya, pemeriksaan medis diperlukan.
Infeksi dan Gangguan Kesehatan Lain
Infeksi berat juga dapat memengaruhi fungsi ginjal. Kondisi seperti sepsis dapat mengganggu aliran darah dan fungsi berbagai organ, termasuk ginjal. Selain itu, infeksi tertentu dapat memicu peradangan pada jaringan ginjal sehingga kemampuan organ tersebut dalam menyaring darah menurun.
Ada pula kondisi tertentu yang dapat menyerang ginjal setelah infeksi. Misalnya, peradangan pada bagian penyaring ginjal dapat menyebabkan darah atau protein muncul dalam urine, pembengkakan, tekanan darah meningkat, dan penurunan fungsi ginjal. Karena penyebabnya beragam, keluhan pada anak tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai satu jenis penyakit tertentu.
Pengaruh Obat dan Kondisi Tertentu
Obat tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, terutama ketika anak sedang sakit dan mengalami kekurangan cairan. Beberapa obat hanya boleh diberikan sesuai petunjuk tenaga kesehatan karena penggunaan, dosis, serta kondisi tubuh anak perlu dipertimbangkan secara bersamaan.
Selain obat, anak dengan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memiliki risiko lebih tinggi. Gangguan ginjal yang sudah ada sebelumnya, penyakit jantung, penyakit hati, atau kondisi lain yang memengaruhi keseimbangan cairan dapat membuat ginjal lebih rentan ketika tubuh mengalami tekanan akibat penyakit.
Karena itu, jangan memberikan obat kepada anak hanya berdasarkan pengalaman sebelumnya. Jika anak sedang sakit, Kamu dapat menanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau tenaga kesehatan mengenai obat yang aman digunakan.
Tanda yang Perlu Diamati di Rumah
Perubahan jumlah urine menjadi salah satu tanda penting gejala gagal ginjal akut pada anak yang perlu diperhatikan. Anak yang mengalami gangguan fungsi ginjal akut dapat buang air kecil lebih sedikit daripada biasanya, meskipun tanda ini tidak selalu muncul pada setiap kasus. Beberapa anak juga dapat mengalami pembengkakan, mual, lemas, atau perubahan kondisi tubuh lainnya.
Beberapa perubahan yang sebaiknya Kamu perhatikan meliputi:
- Frekuensi atau jumlah buang air kecil berkurang secara jelas.
- Urine berubah warna atau terlihat berbeda dari biasanya.
- Kelopak mata, wajah, kaki, atau bagian tubuh tertentu mengalami pembengkakan.
- Anak terlihat sangat lemas atau lebih mengantuk daripada biasanya.
- Anak mengalami mual atau muntah yang tidak kunjung membaik.
- Anak mengalami kesulitan bernapas, terutama jika disertai pembengkakan.
Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti anak mengalami gangguan ginjal akut. Namun, perubahan yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan, terutama ketika muncul setelah sakit berat, diare, muntah, atau kondisi lain yang dapat menyebabkan kehilangan banyak cairan.
Kamu juga perlu memperhatikan perubahan nafsu makan, aktivitas, dan kondisi tubuh anak agar setiap tanda yang muncul dapat segera disampaikan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
Pentingnya Perlindungan Kesehatan Anak
Kondisi yang muncul secara mendadak dapat membuat keluarga perlu mengambil keputusan medis dengan cepat. Karena itu, menjaga kesehatan anak sebaiknya disertai persiapan untuk menghadapi kebutuhan pemeriksaan atau perawatan. Allianz menyediakan pilihan perlindungan kesehatan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan keluarga dan ketentuan produk yang berlaku.
Mengenali gejala gagal ginjal akut pada anak dapat membantu Kamu lebih peka terhadap perubahan jumlah urine, pembengkakan, muntah, lemas, atau tanda lain yang muncul setelah anak mengalami sakit. Jika terdapat perubahan yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan kondisi anak kepada tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diperiksa dan penanganan yang sesuai dapat diberikan. Perlindungan kesehatan dari Allianz dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mempersiapkan kebutuhan medis keluarga.
